Senin, 19 September 2016

Tas Alami
Mengenakan tas dengan bahan dasar tanaman seperti eceng gondok, daun pandan, tempurung kelapa, atau mendong memang tidak semewah menggunakan tas berbahan kulit seharga jutaan rupiah. Namun di balik itu semua, ada keeleganan dan unsur etnik yang tidak dimiliki tas-tas lain, bahkan sekelas tas Hermes pun.

Minat Pak Dody Arimawanto dalam berdagang sejak duduk di bangku kuliah, berbuah manis di masa kini. Sempat memasarkan barang milik orang lain keluar pulau, kini, bersama istri dan 60 karyawannya, Pak Dody telah memproduksi sendiri dan memiliki bisnis menjanjikan beromzet puluhan hingga ratusan juta rupiah per bulan.

R&D Handicraft, begitulah Pak Dody memberi label usahanya. Seperti namanya, usaha ini memproduksi barang-barang kerajinan. Lebih tepatnya kerajinan berupa tas dengan bahan dasar tanaman serta sandal dan     sepatu dari bahan yang juga unik.
Show room R&D Handicraft yang terletak di jalan Sunan Kalijogo nomor 120, Lamongan, memang tidak terlihat sangat ramai. Bahkan di saat ramai-ramainya, tidak lebih ramai dari sebuah warung soto di jam makan siang. Lalu bagaimana bisa usaha ini mendapatkan pundi-pundi uang yang jumlahnya tidak sedikit? Bagaimana caranya?
Di ruang yang  luasnya tidak lebih dari 100 meter persegi ini, puluhan tas “alami” serta aneka macam sandal dan sepatu khusus perempuan dipajang. Berbagai model, motif, dan ukuran ditata berjajar untuk dipilih oleh pembeli. “Kami tetap menyediakan stok untuk konsumen sekitar Lamongan, tapi fokus pasar kami yang sebenarnya bukan di sini,” ujar Ibu Mudah, salah satu staf R&D Handicraft.
Meski bertempat di Lamongan, usaha ini seakan tidak mau berkutat hanya di “kandangnya” sendiri. Pak Dody senantiasa membuka peluang-peluang untuk bisa masuk ke pasar yang lebih luas, mulai dari luar kota sampai luar negeri. Sepanjang tahun hampir selalu ada pesanan dengan jumlah ribuan hingga puluhan ribu dari sana. Kita tahu, saat ini mencari pasar lokal saja susah, apalagi untuk mencari pasar di luar itu. Tapi R&D Handicraft punya cara tersendiri untuk bisa sampai ke sana.
Selain menawarkan pada kolega Pak Dody di banyak tempat, R&D Handicraft juga aktif dalam pameran-pameran di Indonesia, mulai dari  tingkat provinsi sampai tingkat nasional. “Ini cara yang paling efektif,” tutur Ibu Mudah. Dengan mengikuti pameran, produk R&D Handicraft dengan cepat dikenal khalayak luas. Otomatis peluang menemukan peminat baru produk-produknya juga lebih terbuka lebar.
u BMudah memberikan contoh, dua tahun lalu lewat sebuah pameran di Jakarta, R&D Handicraft bertemu dengan perwakilan PT Sari Husada yang tertarik dengan produk mereka untuk dijadikan parsel lebaran dan bahan seminar. Tak tanggung-tanggung, dua tahun berturut-turut PT Sari Husada memesan 22.000 lebih tas “tanaman”.
Selain itu, produk R&D Handicraft juga dikirimkan ke hampir seluruh kota besar di tiap provinsi di Indonesia. Kebanyakan pemesan membeli secara massal untuk dijual kembali di kotanya masing-masing. Untuk pasar luar negeri, usaha R&D, yang merupakan singkatan dari rahmat & doa, ini pernah mengekspor kerajinan mereka ke Arab Saudi, Hongkong, dan Jamaika. Kebanyakan produk jenis tas lebih diminati di negara-negara tersebut daripada sandal atau sepatu.
Tas eceng gondok dan sepatu goni
Natural exclusive products, begitulah semboyan yang dipegang oleh usaha ini. Hampir semua tas yang dibuat berbahan dasar tumbuhan alami. Mulai dari tumbuhan yang memang sudah umum digunakan sebagai kerajinan seperti daun pandan, tempurung kelapa, dan mendong, juga tumbuhan yang dianggap perusak perairan atau dalam bahasa kerennya disebut gulmaseperti eceng gondok.
Eceng gondok memang bukan hal baru dalam dunia prakarya. Banyak tempat di Indonesia telah memanfaatkannya sebagai bahan dasar kerajinan. Banyak  industri juga yang mengolah sendiri eceng gondoknya hingga menjadi produk jadi. R&D Handicraft pun sama, hanya saja, usaha ini berkerja sama dengan perajin asal Desa Pengumbulanadi, Kecamatan Tikung, Lamongan sebagai penyuplai anyaman eceng gondoknya. “Di sana memang sudah dari dulu menjadi pusat kerajinan anyaman eceng gondok di Lamongan,” terang Bu Mudah.
Untuk mendapatkan stok tanaman air ini juga tidak susah. Eceng gondok sangat mudah ditemui di banyak telaga, rawa, dan sungai yang tersebar di Lamongan.  Bahkan, eceng gondok untuk kebutuhan R&D Handicraft bisa dipenuhi hanya dari satu sampai dua rawa saja. Pengolahannya pun mudah. Eceng gondok yang sudah diambil dari rawa tinggal dijemur sampai kadar airnya 0%. Tidak diperlukan alat khusus, paling-paling kalau ingin anyaman model pipih, eceng gondok tinggal dipipihkan dengan alat pemipih sederhana.
Masalahnya, meski bahan baku melimpah, tidak banyak orang yang ahli mengolah eceng gondok dan tanaman lain. Memang keahlian ini dapat dipelajari, tapi R&D Handicraft hanya mempercayakan bahan bakunya pada perajin-perajin yang memang sudah ahli. Hal ini dilakukan untuk menjaga kualitas produk buatannya. Ya, kualitas memang tetap jadi yang nomor satu bagi usaha yang berdiri tahun 2002 ini, apalagi untuk pasar Internasional.


Untuk sepatu, R&D Handicraft juga menggunakan bahan yang tak kalah unik. Model yang sempat menjadi tren adalah sepatu dari bahan kain goni yang dibordir. Kain goni merupakan kain berwarna cokelat tebal yang biasa digunakan sebagai bahan karung untuk tempat gula. Karung ini juga sering dipakai dalam perlombaan lompat karung saat acara tujuh belasan.
Tas, sepatu goni, serta sepatu-sepatu lain di sini didesain sendiri oleh R&D Handicraft dengan berpatok pada tren yang sedang berkembang. Untuk itu mereka – Pak Dody dan pegawainya – tidak pernah telat update mode terbaru. “Tren sekarang lebih ke warna-warna yang bertabrakan, kuning kombinasi hijau, misalnya,” terang Ibu bernama lengkap Mahmudah ini.
Buat Anda yang gemar dengan barang-barang “berbau” alam, etnik nan unik, mungkin tas dan sepatu buatan R&D Handicraft akan cocok untuk Anda. Harganya dipatok mulai dari Rp 25.000 sampai Rp 160.000, tergantung jenis, model, dan bahan barang.
Kebutuhan perempuan akan mode yang tidak ada habisnya berhasil ditangkap  dengan baik oleh R&D Handicraft. Dari sana, mereka membatasi target pada konsumen perempuan saja dan tidak memproduksi barang untuk laki-laki. “Laki-laki kalau punya tas atau sepatu, baru ganti kalau sudah rusak. Nanti stok lain nggak laku-laku dong,” pungkas Ibu 40 tahun ini sambil bercanda.


Beberapa Contoh Hasil Kerajinan Bambu
1. Tudung Saji dari Anyaman Bambu

Salah satu hasil kerajinan tangan dari anyaman bambu adalah tudung saji. Anda dapat membuat anyaman dari bambu dan kemudian merangkainya seperti gambar dibawah ini, namun jika sulit, anda bisa membuat tudung saji yang lebih sederhana.
2. Hiasan Gantung dari Bambu

Anda dapat membuat hiasan gantung dari bambu. Hiasan ini akan berbunyi jika ada angin menghempas ataupun orang yang menyenggolnya. Dibawah ini adalah contoh hasil karya hiasan dinding dari kerajinan bambu.
3. Patung/Miniatur dari Bambu
Selain hiasan gantung anda dapat juga berkreasi membuat miniatur atau patung dengan bambu. Anda bisa melihat contohnya dibawah ini, unik sekali bukan ?
4. Tudung Lampu Hias dari Bambu
Siapa sangka tudung lampu hias berikut ini merupakan salah satu hasil kerajinan dari bambu. Coba lihat gambar dibawah ini, cantik bukan. Hiasan ini cocok untuk rumah yang mempunyai model klasik atau natural

5. Miniatur Kapal
Kalau untuk contoh dibawah ini, hasil karya dibawah menurut tim KlikPintar adalah sebuah mahakarya. Anda dapat belajar membuat kapal anda sendiri dengan menggunakan bambu, untuk awal anda bisa mencoba membuat kapal yang sederhana dulu, karena miniatur kapal seperti gambar dibawah sangat membutuhkan ketelatenan, kreatifitas, dan kesabaran yang tinggi.


batik tulis

Kerajinan Tenun Ikat
Kain tenun dibuat untuk kelengkapan upacara adat seperti dalam ritual merayakan kelahiran anak, perkawinan dan kematian. Selain itu juga dipakai sebagai kain busana adat. Kini, selain untuk fungsi tersebut, kain tenun juga dapat digunakan sebagai penunjang interior.


Di Kabupaten Lamongan terdapat sentra industri tenun ikat, tepatnya di desa Parengan kecamatan Maduran yang sudah merambah hingga pasar timur tengah. Di desa ini, terdapat sedikitnya 30 orang pengrajin tenun ikat yang rata-rata telah menekuini usahanya secara turun temurun.

Salah satunya adalah Miftahul Khoiri yang telah mewarisi usaha orang tuanta sejak tahun 1978. Di bantu 150 orang, Miftah mampu memproduksi 2600 lembar kain tenun ikat perbulannya dengan omset rata-rata mencapai 250 juta.

Pembuatan kain tenun ikat ini tidak mengandalkan keahlian khsusus. Bermula bahan dasar benang yang telah diberi bermacam-macam warna, sesuai dengan mode pasaran. Kemudian benang yang telah diberi warna di pintal menggunakan alat yang di sebut morosepil. Proses pemintalan inipun hanya memerlukan waktu 10 menit untuk sebuah kain berukuran panjang 2,5 meter.
Benang yang telah di pintal kemudian di sekir menggunakan mihani untuk memperoleh benang dengan hasil yang lebih halus.

Tak membutuhkan banyak proses, pembauatan kain tenun ikat ini kemudian di tenun menggunakan peralatan tenun tradisional. Dengan peralatan ini, model dan corak kain mulai di tentukan untuk memperoleh kombinasi warna yang berkualitas.
Produksi kain tenun ikat, saat ini mampu merambah pasar dunia hingga negara timur tengah seperti irak, iran, arab saudi, kairo hingga negara tetangga yaitu malaysia.
sumber : berita86
Batik Tulis Sendang merupakan karya seni original yang bernilai tinggi. Dikerjakan oleh tenaga terampil dengan desain pilihan dan juga melayani desain atas pilihan anda.

Salah satu pengusaha Batik Tulis Sendang ini adalah Bapak Harsono. Beliau telah mengabdikan dirinya berpuluh tahun dalam menekuni produk batik tulis ini. Beliau menjalankan usahanya di Desa Sendangduwur, Kec. Paciran, Lamongan. Desa Sendangduwur termasuk salah satu desa keramat karena ada Makam Sunan Sendang yang banyak dikunjungi para peziarah dan wisatawan rohani


Fungsi utama pakaian sebagai penutup aurot, ternyata dalam perkembangan budaya modern mempunyai makna yang lebih dalam. Diantaranya mempengaruhi estetika, prestise dan kondisi kultural dari peradaban manusia. Orang akan tampil beda dengan penampilan melalui busana yang dikenakan.

Di Desa Sendangduwur dan Desa Sendangagung Lamongan terdapat ratusan pengrajin batik Sendang. Salah satunya adalah Pengusaha Batik Bapak Harsono yang telah mengabdikan dirinya untuk mengembangkan Batik Tulis Sendang ini.

Dengan dibangunnya obyek wisata berskala internasional Jatim Park II - WBL Tanjung Kodok yang berlokasi bersebelahan Desa dapat menjadi etalase dan pintu gerbang pengembangan promosi, produksi dan pemasaran dengan dunia luar. Potensi Desa ini dapat berkembang menjadi kawasan sentra industri kerajinan batik.

Batik Tulis Sendang Lamongan merupakan sebuah seni yang memadukan dekorasi dan seni rupa pada kain. Motif dan corak batik bukanlah sekedar hiasan belaka, tetapi mengandung arti sejarah dan budaya.

Kekuatan dan keunggulan desain tekstil tradisional teletak pada nilai simbolik atau nilai ritual. Para perancang motif dan pembatik menyampaikan sesuatu kepada orang lain dengan cara simbolik, termasuk kostumnya dengan desain tekstil. Simbol itu terekspresikan lewat bentuk, motif dan warna, dan ternyata memiliki nilai estetika yang tinggi. Disana ada goresan hati, sketsa jiwa dan warna­warni kehidupan. Motif dan corak batik hakekatnya dapat menjadi sebuah cermin jiwa perancang dan pemakainya.
Kerajinan Bambu
Kerajinan bambu adalah kerajinan yang menggunakan bahan dasar bambu, kerajinan bambu ini sangat banyak bentuknya, ada yang untuk keperluan sehari-hari di dapur, ada kerajinan bambu untuk hiasan di rumah, ada juga kerajinan bambu yang digunakan untuk melakukan pekerjaan sehari-hari dan lainnya. 

Di Lamongan kerajinan bambu ada banyak, dan para pengrajin bambu ini membuat kerajinan bambu yang spesial dan sangat cocok untuk dijadikan hiasan di rumah-rumah. Anda bisa mendapatkan beraneka bentuk hasil karya dari bahan bambu. Bambu bisa diolah menjadi berbagai macam benda yang memiliki nilai seni, seperti hiasan lampu, kap lampu, krey, topi, dan masih sangat banyak kerajinan dari bahan bambu yang bisa Anda dapatkan.
industri bambu terletak di Jl. Sunan Drajat 146, Lamongan, tepatnya di desa Mantub. Kerajinan ini memproduksi berbagai jenis peralatan rumah tangga dan interior yang terbuat dari bambu.